Macromedia Fles

Semoga Bermanfaat Bagi Kita Semua

Adobe Dreamweaver CS6

Semoga Bermanfaat Bagi Kita Semua

Kumpulan Do'a Anak Sholeh

Semoga Bermanfaat Bagi Kita Semua

Kamis, 18 Juni 2015

Bagaimana Peluang Lulusan TI dan SI di Masa Depan?

http://images.detik.com/content/2012/02/21/1205/lapop-girl1650.jpgJakarta - Bagaimana prospek di masa depan mahasiswa TI dan mahasiswa SI? Dan bagaimana juga dengan Sistem Informasi Bisnis?

(Dwi Arief Prambudi, 19th)

Jawaban:

Kalau sedang membangun gedung, Teknik Informatika (TI) itu ibaratnya adalah mandor bangunan. Lulusan TI ini diharapkan yang tahu dan paham benar detil teknisnya dari "bangunan" yang harus dibangun, atau dalam ranah komputer, TI ini bertanggungjawab atas program, network dan database development.

Sedangkan Sistem Informasi (SI) adalah arsiteknya. Lulusan SI akan bermain di level konsep sebuah "bangunan", atau dalam ranah komputer, SI ini yang bertanggung jawab untuk membuat rancanangan sistem secara di atas kertas secara logika.

Nah, ketika bangunan sudah jadi, alias ketika sistem yang dirancang oleh SI kemudian sudah terbangun dengan baik oleh TI, maka yang dapat mengoptimalkan manfaatnya untuk keperluan bisnis adalah lulusan Sistem Informasi Bisnis (SIB).

Karena SIB ini akan lebih banyak porsi materi perkuliahannya pada hal-hal yang kontekstual pada aspek bisnis dikaitkan pada pemanfaatan sebuah sistem informasi bagi penunjang kebutuhan manajemen

Mana yang lebih berprospek untuk masa depan? Jawabannya mudah, yaitu tergantung Anda sendiri! Karena lapangan kerja yang terkait dengan ilmu komputer di atas pada era kini dan masa depan, tak lagi mudah dimasuki oleh mereka yang generalis (mengerti sedikit tentang banyak hal) ataupun yang spesialis (mengerti banyak tentang sedikit hal).

Lapangan kerja tersebut membutuhkan para versatilis, yaitu orang yang memiliki jiwa "long-life learner", yaitu suka belajar apapun seumur hidupnya.

Dengan demikian seorang versatilis, yang diminati oleh pencari kerja, adalah mereka yang memiliki pemahaman teknis, mampu menganalisis dan paham dunia bisnis.

Kemampuan versatilis itu agak sulit jika hanya mengikuti proses linier dalam perkuliahan di kampus. Anda harus berjuang untuk bisa learning out of the box, tak sekadar terkungkung dalam ruangan kelas.

Menjadi versatilis itu adalah proses belajar seumur hidup. Untuk itu, jadilah seorang versatilis, maka apakah nanti jurusannya TI, SI ataupun SIB tak lagi menjadi soal pokok.

sumber :Bagaimana Peluang Lullusan SI dan Ti ?


Meriahkan Dies Natalis ke-34, Universitas Muria Kudus Gelar Pekan Expo

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-34, Universitas Muria Kudus (UMK) akan menggelar Pekan Expo, Kreativitas, dan Inovasi UMK 2014 di Auditorium Kampus mulai 19 Mei mendatang.
Wakil Rektor III, Drs Hendy Hendro, MSi selaku penanggung jawab kegiatan mengemukakan, expo ini dalam rangka menumbuhkan jiwa kreativitas mahasiswa dan dosen. "Ini untuk memeriahkan Dies Natalis ke-34 UMK," katanya, Sabtu (12/4/2014).
Hendy menambahkan, selain expo yang melibatkan mahasiswa dan dosen, digelar juga berbagai lomba untuk siswa tingkat SMA. Lomba yang bakal digelar yakni Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan juga lomba Teknologi Tepat Guna (TTG).
"Melalui LKTI dan lomba TTG ini, kami berharap akan muncul ide-ide brilian dari para siswa, khususnya di Eks Karesidenan Pati ini," ujar Wakil Rektor III yang juga Dosen di Fakultas Pertanian UMK ini.
Sementara itu, Dr Sukresno M.Hum, ketua panitia expo, mengatakan dalam expo nanti akan dipamerkan karya-karya mahasiswa dan dosen. Karya tersebut merupakan bagian penting dari manifestasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
"Kegiatan lain dalam expo nanti, yakni akan dimeriahkan dengan pentas seni, fashion show, hingga pameran jasa serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Di sela-sela kegiatan expo, nanti juga akan digagas pembentukan Ikatan Alumni (Ika) UMK," terangnya.  (*)

Sumber :expo umk

Dandangan: Tradisi Menyambut Bulan Ramadan di Kudus

Dandangan: Tradisi Menyambut Bulan Ramadan di KudusTradisi Dandangan sudah berlangsung ratusan tahun. Dahulu, tradisi ini bermula pada saat masyarakat mendatangi masjid Menara Kudus untuk mendengarkan pengumuman dari sesepuh masjid mengenai kapan dimulainya hari pertama puasa Ramadan. Pengumuman diawali dengan permulaan menabuh beduk yang diterpasang Menara, lalu beduk tersebut kedengarannya menimbulkan suara “dhang…dhang..dhang”. Bunyi beduk itulah yang memunculkan kata dhandhang, sehingga kebiasaan tersebut dikenal dengan tradisi Dandangan.
Zaman terus berkembang, kini tradisi Dandangan tidak hanya sebatas menunggu beduk Menara Kudus ditabuhkan menjelang bulan Ramadan. Namun sudah menjelma menjadi tradisi atau dengan istilah lain yakni event yang tidak hanya dimiliki oleh masyarakat muslim saja, tetapi masyarakat non-muslim juga menyambutnya dengan suka cita.
Membawa Berkah
Jika dahulunya masyarakat hadir ke Masjid Menara pada akhir Sya’ban menjelang awal Ramadan untuk menantikan pengumuman awal puasa. Kini, tradisi Dandangan bermetamorfosis menjadi tradisi yang besar dan meriah. Termasuk kemeriahannya membawa berkah kepada masyarakat luas. Selama tiga pekan menjelang ramadan, jalanan di sekitar kompleks masjid Menara dan makan Sunan Kudus, tumpah dibanjiri oleh para pedagang yang menjajakan segala macam barang dagangan, mulai dari makanan, pakaian, mainan anak-anak, aksesori, hingga kebutuhan sehari-hari.
Selain menjajakan dagangannya kepada para pengunjung yang hendak berziarah ke makam Sunan Kudus, tetapi juga masyarakat yang hanya sebatas ingin menikmati kemegahan bangunan Menara. Menara masjid pertama di pulau Jawa ini dibangun oleh Sunan Kudus begitu megah dan menarik karena bangunannya mirip dengan Pura tempat beribadah orang Hindu. Bukan tanpa maksud Sunan Kudus membangun seperti itu, sebab beliau berdakwah di daerah Kudus yang pada saat itu mayoritas masih beragaman Hindu. Strategi Sunan Kudus melakukan pendekatan akulturasi budaya, seperti Menara tersebut yang bercirikan Islam dan Hindu. Tidak heran jika Menara Kudus mendapat predikat sebagai simbol toleransi.
Momentum Kerukunan Masyarakat
Semaraknya tradisi Dandangan tidak hanya disambut hangat oleh masyarakat muslim, tetapi termasuk juga masyarakat non-muslim. Tidak sedikit dari masyarakat non-muslim yang ikut menjajakan dagangannya atau hanya sebatas datang untuk melihat Menara Kudus dari dekat.
Bebarapa tahun terakhir, Pemda kabupaten Kudus rutin mengadakan kirab budaya sebagai penanda resmi dibukanya tradisi Dandangan.
Dalam kirab tersebut ditampilkan kesenian, kebudayaan dan hasil Bumi dari masyarakat Kudus. Tidak heran jika tradisi Dandangan sudah hajat Pemda Kudus, karena momentum yang tepat untuk menyatukan masyarakat Kudus tanpa membeda-bedakan agama.
Tradisi Dandangan akan terus berjalan apabila masyarakat berkenan untuk terus melestarikannya. Tidak hanya sebatas melestarikan, tetapi juga harus memahami subtansi dari tradisi tersebit. Karena inti dari tradisi Dandangan, bagi masyarakat muslim adalah menyongsong sekaligus mengingatkan untuk mempersiapkan diri, baik lahir maupun batin dalam melaksanakan peribadatan di bulan suci Ramadan.

Jumat, 12 Juni 2015

5 Keistimewahan dan Keutamaan Bulan Ramadhan

Bulan Suci Ramadhan merupakan bulan yang paling dinantikan oleh orang – orang mukmin, kepergian bulan Ramadhan jauh lebih disesalkan daripada kepulangan seorang tamu mulia yang berlalu pergi. Tak heran bilamana para salaf dahulu berdoa jauh – jauh hari sebelum Ramadhan datang :


" Yaa Allah, pertemukanlah aku dengan Ramadhan, dan pertemukanlah Ramadhan denganku, dan jadikan amal ibadahku pada bulan mulia itu diterima disisi Mu "
Sekilas kita bertanya – tanya, " apa sih keutamaan bulan Ramadhan dibandingkan bulan – bulan yang lain ? " dalam postingan kali ini, akan kami sebutkan sedikitnya lima keutamaan bulan Ramadhan, meskipun sebenarnya banyak sekali keutamaan bulan yang mulia ini yang telah disebutkan oleh para ulama. Yang kami harapkan bisa bermanfaat bagi kita semua.
Bulan Ramadhan

1 – Al Qur’an Diturunkan Pada Bulan Ramadhan

Allah ta’ala berfirman :
“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan ) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda ( antara yang hak dan yang bathil )“ ( Al Baqarah : 185 )

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata ( Allah ta’ala memuji bulan bulan Puasa diantara bulan – bulan lainnya, dengan memilih bulan tersebut ( sebagai waktu ) diturunkannya Al Qur’an ) lihat Tafsir Ibnu Katsir 1 / 282

“Karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir ( di negeri tempat tinggalnya ) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan ( lalu ia berbuka ), Maka ( wajiblah baginya berpuasa ), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur “ ( Al Baqarah : 185 )

Syaikh Shalih Al Fauzan hafidzahullah berkata ( dalam ayat yang mulia ini Allah menyebutkan 2 keutamaan bulan Ramadhan: ……………. Yang kedua adalah dengan diwajibkannya puasa Ramadhan atas umat ini, sebagaimana firman Allah “ karena itu, Barangsiapa di antara kamu hadir ( di negeri tempat tinggalnya ) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, “ ) lihat ithaaful Iman bi Duruus Syahri Ramadhan hal. 15

3. Pintu Langit Dibuka Sedangkan Pintu – Pintu Neraka Ditutup

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
 
“Apabila telah datang bulan Ramadhan, pintu – pintu langit dibuka, sedangkan pintu – pintu neraka akan ditutup, dan setan dibelenggu“ ( diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim )

4. Diampuninya Dosa – Dosa Di Bulan Itu

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
 

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa – dosanya yang telah lalu“ ( diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim )

Dalam hadits lain beliau bersabda :
 
"Celakalah seseorang, ia memasuki bulan Ramadhan kemudian melaluinya sedangkan dosanya belum diampuni “ ( diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ahmad )

Dilipat Gandakan Pahala Pada Bulan Ramadhan

Rasulullah shallallah alaihi wa sallam bersabda :
 
 
“Pahala umrah pada bulan Ramadhan menyamai pahala ibadah haji“ ( diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim ), Dalam riwayat Muslim disebutkan “……..menyamai pahala ibadah haji bersamaku“

Ibnu Rajab rahimahullah berkata ( Abu Bakr bin Abi Maryam menyebutkan bahwa banyak guru – gurunya yang berkata : apabila telah dating bulan Ramadhan maka perbanyaklah berinfaq, karena infaq pada bulan Ramadhan dilipat gandakan bagaikan infaq fi sabilillah, dan tasbih pada bulan Ramadhan lebih utama daripada tasbih di bulan yang lain ) 
 
Dari sumber di atas saya ambil 5 keutamaan dan keistimewahan bulan ramadhan

Lafadz Doa Puasa dan Doa Buka Puasa Berikut Artinya

Bagi kaum muslimin walmuslimat, menjelang tibannya bulan puasa dimana bulan yang penuh rahmat, bulan suci yang selalu ditunggu tunggu kehadiranya oleh para muslim di dunia.  Berikut ini bacaan niat puasa.




Sedang kan di bawah ini bacaan buka puasa.
Hasil gambar untuk doa buka puasa

Senin, 08 Juni 2015

Hajar Aja Sama Shalawat

http://yusufmansur.com/hajar-aja-sama-shalawat/


Lagi punya hajat. Punya masalah. Hajar aja sama shalawat. Baca yang banyak. 100 apa 1000 gitu. Terus berdoa dah habis baca shalawat tersebut. Kabul dah.
Jangan cuma jajal ketika baca shalawat. Tapi yakin. Dan jangan cuma satu hari atau 1 minggu atau 1 bulan. Terus-terusan aja. Sambil benahin shalat-shalat fardhu.
Usahakan selalu ke masjid tiap-tiap shalat fardhu. Plus qobliyah ba’diyah. Tambahin dhuha dan tahajjud. Dan ya harus berjuang.
Ngajuin ke bank aja untuk fasilitas kredit ya harus menuhin ini menuhin itu. Bila diminta data-data tambahan ya tetep aja diusahakan walau udah ngos-ngosan.
Begitu juga lah mestinya permohonan ke Allah. Penuhin betul apa-apa yang Allah minta. Sekuatnya. Sekerasnya. Sebaik-baiknya pemenuhan.
Dan sempurnakan dengan ngeluarin sedekah. Ke sekitar aja sedekahnya. Gapapa.
Bila masih muda, masih kecil, masih belia, dah nge-track yang beginian, wuah, insyaaAllah saat dewasa, hidupnya enak dan barokah FULL.
اللهم صل على سيدنا محمد و آله Awlloohumma sholli ‘alaa Sayyidinaa Muhammad wa aalih. Cukup dah… Ini aja sholawatnya.
Share

Surat Al-Waqi’ah: Bahasa Latin, Indonesia dan Arab

Surat Al Waqi’ah: Surat ke-56 Al Qur’an, 96 ayat:
Bahasa Latin
  1. idzaa waqa’ati lwaaqi’at
  2. laysa liwaq’atihaa kaadziba
  3. khaafidhatun raafi’a
  4. idzaa rujjati l-ardhu rajjaa
  5. wabussati ljibaalu bassaa
  6. fakaanat habaa-an munbatstsaa
  7. wakuntum azwaajan tsalaatsa
  8. fa-ash-haabu lmaymanati maa ash-haabu lmaymanat
  9. wa-ash-haabu lmasy-amati maa ash-haabu lmasy-amat
  10. wassaabiquuna ssaabiquun
  11. ulaa-ika lmuqarrabuun
  12. fii jannaati nna’iim
  13. tsullatun mina l-awwaliin
  14. waqaliilun mina l-aakhiriinaa
  15. ‘alaa sururin mawdhuuna
  16. muttaki-iina ‘alayhaa mutaqaabiliin
  17. yathuufu ‘alayhim wildaanun mukhalladuun
  18. bi-akwaabin wa-abaariiqa wakaasin min ma’iin
  19. laa yushadda’uuna ‘anhaa walaa yunzifuun
  20. wafaakihatin mimmaa yatakhayyaruun
  21. walahmi thayrin mimmaa yasytahuun
  22. wahuurun ‘iin
  23. ka-amtsaalilluu lui lmaknuun
  24. jazaa-an bimaa kaanuu ya’maluun
  25. laa yasma’uuna fiihaa laghwan walaa taa tsiimaa
  26. illaa qiilan salaaman salaamaa
  27. wa-ash-haabu lyamiini maa ash-haabu lyamiin
  28. fii sidrin makhdhuud
  29. wathalhin mandhuud
  30. wazhillin mamduud
  31. wamaa-in maskuub
  32. wafaakihatin katsiira
  33. laa maqthuu’atin walaa mamnuu’a
  34. wafurusyin marfuu’a
  35. innaa ansyaa naahunna insyaa
  36. faja’alnaahunna abkaaraa
  37. ‘uruban atraabaa
  38. li-ash-haabi lyamiin
  39. tsullatun mina l-awwaliin
  40. watsullatun mina l-aakhiriin
  41. wa-ash-haabu sysyimaali maa ash-haabu sysyimaal
  42. fii samuumin wahamiim
  43. wazhillin min yahmuum
  44. laa baaridin walaa kariim
  45. innahum kaanuu qabla dzaalika mutrafiin
  46. wakaanuu yushirruuna ‘alaa lhintsi l’azhiim
  47. wakaanuu yaquuluuna a-idzaa mitnaa wakunnaa turaaban wa’izhaaman a-innaa lamab’uutsuun
  48. awa aabaaunaa l-awwaluun
  49. qul inna l-awwaliina wal-aakhiriin
  50. lamajmuu’uuna ilaa miiqaati yawmin ma’luum
  51. tsumma innakum ayyuhaa dhdhaalluuna lmukadzdzibuun
  52. laaakiluuna min syajarin min zaqquum
  53. famaali-uuna minhaa lbuthuun
  54. fasyaaribuuna ‘alayhi mina lhamiim
  55. fasyaaribuuna syurba lhiim
  56. haadzaa nuzuluhum yawma ddiin
  57. nahnu khalaqnaakum falawlaa tushaddiquun
  58. afara-aytum maa tumnuun
  59. a-antum takhluquunahu am nahnu lkhaaliquun
  60. nahnu qaddarnaa baynakumu lmawta wamaa nahnu bimasbuuqiin
  61. ‘alaa an nubaddila amtsaalakum wanunsyi-akum fii maa laa ta’lamuun
  62. walaqad ‘alimtumu nnasy-ata l-uulaa falawlaa tadzakkaruun
  63. afara-aytum maa tahrutsuun
  64. a-antum tazra’uunahu am nahnu zzaari’uun
  65. law nasyaau laja’alnaahu huthaaman fazhaltum tafakkahuun
  66. innaa lamughramuun
  67. bal nahnu mahruumuun
  68. afara-aytumu lmaa-alladzii tasyrabuun
  69. a-antum anzaltumuuhu mina lmuzni am nahnu lmunziluun
  70. law nasyaau ja’alnaahu ujaajan falawlaa tasykuruun
  71. afara-aytumu nnaarallatii tuuruun
  72. a-antum ansya/tum syajaratahaa am nahnu lmunsyi-uun
  73. nahnu ja’alnaahaa tadzkiratan wamataa’an lilmuqwiin
  74. fasabbih bismi rabbika l’azhiim
  75. falaa uqsimu bimawaaqi’i nnujuum
  76. wa-innahu laqasamun law ta’lamuuna ‘azhiim
  77. innahu laqur-aanun kariim
  78. fii kitaabin maknuun
  79. laa yamassuhu illaa lmuthahharuun
  80. tanziilun min rabbi l’aalamiin
  81. afabihaadzaa lhadiitsi antum mudhinuun
  82. wataj’aluuna rizqakum annakum tukadzdzibuun
  83. falawlaa idzaa balaghati lhulquum 3X
  84. wa-antum hiina-idzin tanzhuruunaa
  85. wanahnu aqrabu ilayhi minkum walaakin laa tubshiruun
  86. falawlaa in kuntum ghayra madiiniin
  87. tarji’uunahaa in kuntum shaadiqiin
  88. fa-ammaa in kaana mina lmuqarrabiin
  89. farawhun warayhaanun wajannatu na’iim
  90. wa-ammaa in kaana min ash-haabi lyamiin
  91. fasalaamun laka min ash-haabi lyamiin
  92. wa-ammaa in kaana mina lmukadzdzibiina dhdhaalliin  2X
  93. fanuzulun min hamiim
  94. watashliyatu jahiim
  95. inna haadzaa lahuwa haqqu lyaqiin
  96. fasabbih bismi rabbika l’azhiim [//]

Surat Al Waqi’ah: Bahasa Indonesia (artinya)

  1. Apabila terjadi hari kiamat
  2. Tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya
  3. (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain)
  4. Apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya
  5. Dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya
  6. Maka jadilah ia debu yang beterbangan
  7. Dan kamu menjadi tiga golongan
  8. Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu.
  9. Dan golongan kiri. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
  10. Dan orang-orang yang beriman paling dahulu,
  11.  Mereka itulah yang didekatkan kepada Allah.
  12. Berada dalam jannah kenikmatan.
  13. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
  14. dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian
  15. Mereka berada di atas dipan yang bertahta emas dan permata
  16. seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan.
  17. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,
  18. dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir
  19. Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk
  20. dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih
  21. dan daging burung dari apa yang mereka inginkan
  22. Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli
    23. laksana mutiara yang tersimpan baik.
24. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.
25. Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa
26. akan tetapi mereka mendengar ucapan salam.
27. Dan golongan kanan, alangkah bagianya golongan kanan itu.
28. Berada di antara pohon bidara yang tak berduri,
29. dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya)
30. dan naungan yang terbentang luas
31.  dan air yang tercurah
32. dan buah-buahan yang banyak,
33. yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya.
34. dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.
35. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung
36. dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan
37. penuh cinta lagi sebaya umurnya.
38. (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan,
39. (yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu.
40. dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian.
41.  Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu?
42. Dalam (siksaan) angin yang amat panas, dan air panas yang mendidih
43. dan dalam naungan asap yang hitam.
44. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.
45. Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewahan
46. Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa besar.
47. Dan mereka selalu mengatakan: “Apakah bila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami akan benar-benar dibangkitkan kembali?,
48. apakah bapak-bapak kami yang terdahulu (juga)?
49. Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian,
50. banar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal.
51.  Kemudian sesungguhnya kamu hai orang-orang yang sesat lagi mendustakan,
52. benar-benar akan memakan pohon zaqqum,
53. dan akan memenuhi perutmu denganya.
54. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas.
55. Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum
56. Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan”.
57. Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan?
58. Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan.
59. Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya?
60. Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan,
61.  untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia) dan menciptakan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.
62. Dan Sesungguhnya kamu telah mengetahui penciptaan yang pertama, maka mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran (untuk penciptaan yang kedua)?
63. Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam.
64. Kamukah yang menumbuhkannya atau Kamikah yang menumbuhkannya?
65. Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia hancur dan kering, maka jadilah kamu heran dan tercengang.
66. (Sambil berkata): “Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian”
67. bahkan kami menjadi orang-orang yang tidak mendapat hasil apa-apa
68. Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum.
69. Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya?
70. Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?
71.  Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dengan menggosok-gosokkan kayu).
72. Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?
73. Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir.
74. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang Maha Besar.
75. Maka Aku bersumpah dengan masa turunnya bagian-bagian Al-Quran.
76. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui.
77. Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia,
78. pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh),
79. tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.
80. Diturunkan dari Rabbil ‘alamiin
81.  Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Quran ini?
82. kamu mengganti rezeki (yang Allah berikan) dengan mendustakan Allah.
83. Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,
84. padahal kamu ketika itu melihat,
85. dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. Tetapi kamu tidak melihat,
86. maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah) ?
87. Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar?
88. adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),
89. maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta jannah kenikmatan.
90. Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan
91.  maka keselamatanlah bagimu karena kamu dari golongan kanan.
92. Dan adapun jika dia termasuk golongan yang mendustakan lagi sesat,
93. maka dia mendapat hidangan air yang mendidih,
94. dan dibakar di dalam jahanam.
95. Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar.
96. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Maha Besar.  [//]

Surat Al Waqi’ah: Arabic