Macromedia Fles

Semoga Bermanfaat Bagi Kita Semua

Adobe Dreamweaver CS6

Semoga Bermanfaat Bagi Kita Semua

Kumpulan Do'a Anak Sholeh

Semoga Bermanfaat Bagi Kita Semua

Rabu, 29 April 2015

METODE MENGHAFAL AL-QUR'AN DENGAN JARI TANGAN.


Di awal penjelasannya, ustadz
menceritakan bahwa metode
menghafal Al-Qur’an
merupakan metode baru, dan
juga merupakan metode yang
mirip dengan metode yang sekarang sedang populer di
Arab. Hal ini beliau sampaikan
juga ketika Bait Qur’any
mendapat kunjungan dari tim
QLC (Quran Learning Center).
Dengan metode jarimatika Al- Qur’an anak akan belajar
melatih otak
kanannyadengan menghafal
dan melatih otak kiri dengan
berhitung. Sehingga ada
keseimbangan dalam perkembangan otak kiri
maupun kanan. Kalau dicermati sebenernya
inti dari semua metode
menghafal Al-Quran adalah
mengulang-ulang bacaan,
jarimatika Al-qur’an juga
demikian, namun dikombinasikan dengan
berhitung. Ada beberapa catatan dari
workshop tersebut (diambil
dari beberapa materi yang
dibagikan) : Menghafal dengan jari : 1. Membuka Al-Qura’an 2. Al-Qur’an diletakkan di
tangan kiri 3. Telapak tangan kanan
dipersiapkan untuk
menghafal 4. 5 jari tangan akan
digunakan untuk
menghafal 14 ayat dan
kelipatannya, diaman
tiap jari akan dibagi
menjadi 3 ayat, 1 ayat per ruas jari kecuali
jempol yang hanya 2
ruas/ayat : 1. Jari kelingking :
dimulai dari ruas
jari paling bawah
dengan ayat 1,
ruas tengah ayat
2, ruas paling atas ayat 3 2. Jari manis :
dimulai dari ruas
jari paling bawah
dengan ayat 4,
ruas tengah ayat
5, ruas paling atas ayat 6 3. Jari tengah :
dimulai dari ruas
jari paling bawah
dengan ayat 7,
ruas tengah ayat
8, ruas paling atas ayat 9 4. Jari telunjuk :
dimulai dari ruas
jari paling bawah
dengan ayat 10,
ruas tengah ayat
11, ruas paling atas ayat 12 5. Jempol : dimulai
dari ruas jari
paling bawah
dengan ayat 13,
dan ruas paling
atas ayat 14, untuk ayat selanjutnya
mengulang lagi
dari jari
kelingking dan
seterusnya 5. Ayat 3,6,9,12,14 adalah ayat
kunci yang berada di ujung
atas masing-masing jari yang
harus dihafal posisinya. Hal ini
digunakan untuk mengetahui
posisi ayat, misalnya kita ingin tahu ayat yang ke 13,
kita tidak perlu mengurutkan
hafalan dari ayat 1 sampai
menuju ayat 13, tapi cukup
mengurut dari ayat 12
(sebagai kunci) Fenomena Pendidikan Anak
Usia Dini : - Menyerahkan
pendidikan sepenuhnya pada
TPA==TKA atau ibu saja - Menyerahkan
pengasuhan anak di atas 6 jam
pada pengasuh Teknin Menghafal dengan
pendekan Home Learning 1 hari satu ayat untuk
pemula (0-2) tahun,
tekniknya : 1. Bacakan 5-10 kali setiap
ayat pada 1 aktivitas
anak sehari-hari 2. Membacakan surat
dengan sempurna 3. Makhroj dan tajwid
benar 4. Dengan mimik dan
gerak 5. Beri penguat pada
bacaan baik dengan
mimik, gerak naupun
suara 6. Bacakan dengan gembira 1 ayat setiap waktu
sholat untuk lanjutan
(3-6 tahun, jika dimulai
usia sebelum 3 tahun) : 1. Jika belum dapat
membaca Al-Qur’an
bacakan 5-10 kalisetiap
ayat pada setiap
aktivitas anak setiap
hari 2. Tambahkan hafalan
setiap waktu sholat 3. Menyetor setiap magrib
atau shubuh 4. Ceritakan maksud setiap
ayat yang dibaca dan
dihafal 5. Minta anak untuk
menceritakan
maksudnya Tingkat tinggi 1. Menghafa Al-Qur’an
sendiri 2. Melaporkan setiap
hafalan setiap waktu
sholat 3. Menghafal 1 hari 1
lembar 4. Pahami artinya 5. Pahami maksudnya
Semoga bermanfaat.
Sumber : cara menghafal al-quran dengan teknik hitung jari

Senin, 20 April 2015

Pertolongan Allah

Ada yang sedang butuh banget pertolongan Allah? Hajar coba 1000 shalawat… atau lebih. Shollawloohu ‘alaa Muhammad, cukup. Try it for 100 days.
Benerin juga shalatnya. Di masjid, jangan di rumah. Berjamaah, lengkap dengan qobliyah ba’diyah. Plus dhuha dan tahajjud. Try it too for 100 days. Baca Qur’an. Sambil dibaca terjemahnya, siapin kertas, siapin pulpen, untuk nulis-nulis yang ditemuin. Do it for 100 days too…
While doing that, every week, in every Ahad morning, doa bareng di Daqu Ketapang. Kalo ga bisa dateng, cukup doa dari rumah masing-masing. Don’t lupa, baca 2 ayat terakhir Q.S At-Taubah7x, istighfar100x, subhaanawlloohi wabihamdih 100, laa hawla 100… Rajinin…
Biasanya kalo dosanya ga kebanyakan, belum 100 hari udah dateng tanda-tanda Pertolongan Allah. Yang yakin ngelakuinnya. Sebelum mulai, hajar dulu dengan sedekah yang segede-gedenya, sebagus-bagusnya. “Bom” di depan dengan sedekah terbaik, mengiringi ikhtiar langit. Kemudian doa juga saban-saban habis shalat fardhu dan sunnah. Doa saban antara azan dan iqomat. Doa sehabis dhuha dan tahajjud. Rajin-rajin juga minta doa ke orang lain.
Bikin tulisan yang gede, di pikirin, di hati, di kertas yang ditempel di dinding kamar, ruang tamu, di buku harian, bahwa sedang nempuh perjalanan. Perjalanan apa? Perjalanan 100 hari menjemput pertolongan Allah. Ini 2,5 kali lipat dari perjalanan 40 hari mendekati Allah. SPEED and POWER-nya dilipatgandain. Kudu ngerumasa (tau diri), bahwa sedang bermasalah, sudah butuh hajat, punya bnyk dosa.
Kudu nebus. Kudu pahit jadi orang. Kudu marah sama masalah, sama kesulitan, sama kemiskinan, sama kehinaan. Jangan leha-leha, tar makan iman kita. Iya. Sebelum keputusasaan nanti memakan iman dan keyakinan kita, hajar dulu dengan ngelipatgandain dan naikin SPEED dan POWER. Yang semanget ngelakuinnya. Kita jalan ke Allah, Allah lari ke kita. Kita lari ke Allah, Allah lompat ke kita. Sementara jalan sedang ditempuh, dosa lama jangan dikerjain lagi.
Jangan juga meminta dan berharap sama manusia. Ke Allah aja semua harapan. Selamat menempuh perjalanan yang mengasyikkan ini, ya. Terimain aja apa yang terjadi jika emang harus ada yang terjadi. Biar aja. Pasrah wis.. terserah Allah wae… Jika terjadi apa-apa di dalam perjalanan, tetep terusin aja perjalanan itu.
Tar habis 100 hari selesai, sementara belum dateng pertolongan Allah, dan belum ada tanda-tandanya, liat-liat lagi perjalanan ibadahnya. Biasanya sebab bolong-bolong. Seandainya udah gila-gilaan, udah on the track, udah disiplin, dan belum hasil juga, ya terusin 100 hari kedua, ketiga, keempat, dst… Buat kita-kita mah udah dikasih umur tambahan untuk tobat, untuk minta, untuk ibadah, udah jauh lebih berharga daripada semua permintaan kita.
Salam hormat, @Yusuf_Mansur, yang banyak salahnya dan selalu minta doa dari kawan-kawan semua, untuk keluarga saya dan semua jamaah juga.
Dan Pertolongan Allah itu deket sekali buat yang menginginkan. Tapi ga disebut berkeinginan jika ga ada bukti. Buktiin bahwa kita perlu.


Sumber : Pertolongan Allah

Mudah Menghafal Quran dengan Rajin Baca

Mengapa kita lancar sekali membaca Al Faatihah? Salah satu jawabannya adalah karena, dengan izin Allah, kita sering membacanya. Begitu pun seyogyanya logikanya untuk surat-surat lainnya dalam Al Quran. Mari berhitung. Seseorang baligh di umur 10 tahun dan memulai shalat umur tersebut. Kini ia berumur 20 tahun. Jika kita menghitung jumlah Al Faatihah yang ia baca dalam shalat wajib saja, maka akan didapat angka 62.050. Gimana nggak nempel nih al Faatihah? Banget-banget nempelnya.
Itu baru perhitungan shalat wajib 17 rakaat sehari semalam. Baru yang fardhu saja. Bagaimana jika ia rajin shalat sunnah? Bisa tembus 100.000 kali. Itu pun jika umurnya 20. Bagaimana jika  umurnya 40? 186.150 kali. Itu udah dipotong masa mulai baligh alias umur 10 tahun ke bawah dianggap tidak pernah baca sama sekali. Padahal kan nggak gitu. Seseorang yang di bawah 10 tahun pun banyak sekali yang sudah bisa membaca Al Faatihah.
Jika mengacu pada teori Al Faatihah, menghafal Quran itu memang mudah. Bahkan “gak usah” keringetan dan ngotot ngafal. Baca aja yang banyak, berulang-ulang. Insya Allah hafal dengan sendirinya.
Untuk permulaan, coba sebaris baca 40 kali. Dibuat santai bacanya sambil liat-liat artinya. Buka juga tafsirnya. Beli juga kitab tafsir terjemahan. Baca banyak berulang-ulang. Entar tahu-tahu hafal sendiri.
Benar-benar dibuat santai. Tidak perlu seperti kejar setoran. Coba nikmati. Bisa membaca dan boleh membaca saja sudah menjadi suatu kenikmatan tersendiri. Anggap aktivitas ini seperti mengumpulkan sesuatu yang lebih besar dan lebih mahal dari emas.
Tiap huruf berpahala 10 kali, 700 kali, hingga tak terhingga. Setiap hurufnya menjelma jadi banyak hal dari kenikmatan dunia akhirat.
Bayangkan jika kita baca per baris 40 kali. Berapa huruf yang dibaca? Sebaris bisa 50 huruf. Jika dikali 700? Dikali 40? Wow…
Supaya hafal, selain baca tartil halaman per halaman, juz demi juz, coba deh ikutin cara ini, hingga wafat dalam keadaan haafidz, insya Allah. Aamiin..

Sumber : mudah menghafal Quran

Jumat, 10 April 2015

Tutorial

Ini adalah materi selama saya kuliah :
Materi Pertama